UMA Gali Potensi Majukan Pematang Johar

Universitas Medan Area (UMA) meng­gali potensi desa guna memajukan kesejah­­teraan masyarakat Desa Pematang Johar, Ke­camatan Labuhan Deli Deliserdang

Untuk mewujudkan itu, UMA menan­da­tangani nota kese­pahaman kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) di bidang peng­em­bangan pertanian, fasilitas umum, peningkatan taraf ekonomi masya­ra­kat dan teknologi tepat guna.

Naskah MoU ditan­da­tangani langsung Rek­tor UMA Prof Dr Ir Dadan Ram­dan MEng MSi, dan Kepala Desa (Kades) Pe­matang Johar Sudarman SPd, Kamis (10/1) di Convention Hall, Kampus I UMA, Ja­lan Kolam Medan Estate.

Penandatanganan MoU disaksikan Wakil Rektor UMA Bidang Kerja Sama Dr Ir Zulheri Noer MP, Wakil Rektor Bi­dang Kemaha­sis­waan Muazzul SH MHum, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengab­dian pada Masya­rakat (LP2M) UMA Prof Dr Ir Rafiqi Tantawi MS, Ko­or­dinator Pro­yek Ir Darianto MSc, para dekan dan kepala biro di UMA, Kabag Humas UMA Ir As­mah Indrawaty MP, Camat Labuhan Deli Safii Sihombing MAP, perangkat desa Pe­matang Johar, serta ibu-ibu pengurus PKK Pe­ma­tang Johar.

Koordinator Proyek Ir Darianto MSc melaporkan, pada bidang pertanian kerja sama yang dilakukan adalah penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam proses penanaman bawang, pisang dan jenis ta­nam-tanaman lainnya.

Untuk fasilitas umum, UMA merancang pe­ren­canaan perbaikan sarana-sarana umum yang dapat digunakan seperti per­baikan jalan, irigasi, rumah ibadah, sumber energi listrik dan fasilitas umum lainnya.

“Pada peningkatan eko­nomi masyarakat, UMA mem­bantu merencanakan peng­em­bangan kewirausahaan ter­hadap keteram­pil­an yang ada di Desa Pematang Johor dan hasil produksi pascapanen hasil pertanian,” tutur Darianto yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fa­kultas Teknik UMA.

Sedangkan pada teknologi tepat guna, tambah Darianto, U­MA ­mendorong peman­faatan teknologi untuk mening­katkan pro­duktivitas ha­sil panen yang merupakan per­ali­han dari proses kon­vensional menjadi se­mi oto­matis dan mekanis.

“Dalam kerja sama ini, kami melibatkan empat fakultas di UMA, yakni Fa­kultas teknik, fakultas pertanian, fakultas biologi dan fakultas hukum,” kata Darianto.

Sudarman dalam paparannya menga­ta­kan, desa yang dipimpinnya dengan luas se­kira 2000 hektare sesungguhnya sangat potensial di bidang pertanian, home industry, pariwisata dan sumber energi.  Namun potensi itu belum tergali dan terman­fa­atkan selama ini akibat minim sentuhan tenaga terampil dan inovasi.

“Setelah menginventarisir sejumlah per­soalan, kami menyimpulkan Desa Pe­ma­tang Johar perlu orang pintar. Ka­renanya kami sangat beruntung bisa men­jalin kerja sama dengan UMA. Kami berharap, dengan MoU ini berbagai persoalan bisa dicarikan solusinya.  Potensi yang ada dapat digali dan dikembangkan untuk peningkatan ke­se­jahteraan masyara­kat,” kata Sudarman.

Rektor UMA Prof Dadan Ramdan meng­apresiasi  kerja sama dengan Desa Pe­ma­tang Johar. Menurutnya, akademisi sudah sa­atnya turun ke desa untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi, salah satunya pengabdian pada masyarakat.

“Saya berharap, MoU ini jangan hanya di atas kertas, tapi harus dilaksanakan de­ngan tindakan nyata di lapangan,” harap rek­tor.

Rektor menyatakan, Jepang menjadi negara maju di dunia membangun keunggu­lan dari desa. “Saya tiga tahun kuliah di Je­pang. Di sana orang kaya dan politisi itu ba­nyak berasal dari desa karena desa-de­sanya maju,” kata Prof Dadan.