
Mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Medan Area (FH UMA) menyayangkan kurangnya perawatan terhadap fasilitas dan koleksi hewan di Kebun Binatang Medan yang dikenal dengan Medan Zoo.
Bahkan rombongan mahasiswa FH UMA Angkatan 2016 yang datang ke Taman Marga Satwa Medan Zoo, Rabu (18/7) melihat banyak fasilitas yang rusak, kebersihan yang kurang, serta koleksi hewan yang kurang perawatan.
“Kebun Binatang Medan Zoo ini sepertinya kurang terurus, koleksi binatangnya juga tak banyak,” ucap Richard Sembiring yang datang bersama puluhan rekan mahasiswa FH Hukum di antaranya Nurhalimah, Fitri Sri Yulinar, Nanda Rafina, Sevia, Siti Sarah,William Vincent dan Wata Richard kepada Analisa saat kunjungan studi di lokasi kebun binatang Medan .
Turut mendampingi rombongan mahasiswa Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Pascasarjana UMA, Dr Taufik Siregar SH, MHum, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Ridho Mubarak SH, MH, Kabid Perdata dan Pidana FH UMA, Zaini Munawir SH MHum dan Wessy Trisna SH MH serta Ana Safitri S.Sos M.Ikom
Lebih lanjut, Richard mengungkapkan kunjungan studi mereka ke kebun binatang kebangggan masyarakat Kota Medan untuk memastikan perkembangan dan kemajuan pengelolaan kebun binatang.
“Ternyata setelah kita lihat, kebun binatang ini sepi pengunjung, koleksi binatangnya pun kurang terawat, banyak fasilitas yang rusak. Bahkan tidak ada daya tarik ketika kita berkunjung. Wisata alam, taman bermain juga tak terawat. Pemandu wisata kebun binatang tak nampak. Pengunjung akan kesulitan jika ingin bertanya di setiap kandang/koleksi binatang,” ujarnya.
Prihatin
Wadir III PPs UMA, Dr Taufik Siregar usai melihat koleksi hewan dan fasilitas Medan Zoo menyatakan keprihatinannya melihat kondisi kebun binatang tersebut. Karena itu, lanjut Dr Taufik meminta Pemko Medan dalam hal ini PD Pembangunan Daerah untuk serius mengelola Medan Zoo. Menurutnya, tempat wisata taman marga satwa kebanggan Kota Medan ini kurang terawat dan tidak ada daya tarik.
“Padahal Medan Zoo ini, salah satu ikon Kota Medan, tapi tidak terawat dan sunyi pengunjung, begitu juga koleksi hewannya yang tidak mempunyai daya tarik. Karena itu perlu pembenahan serius ,” ujar Dr Taufik seraya mengatakan Pemko Medan bisa melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mengelola kebun binatang Medan.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Ridho Mubarak juga menyatakan heran mengapa kebun binatang Kota Medan sunyi, tidak seperti Kebun Binatang Pematangsiantar. Jika Pemko Medan serius mengelola maka tidak kalah dengan Kebun Binatang Pematangsiantar.
“Sayang anggaran APBD yang telah digelontorkan untuk kebun binatang ini. Seharusnya jika dikelola serius akan menjadi sumber pendapat asli daerah, sehingga kas Pemko Medan bertambah,” ujar Ridha.
Salah satu upaya itu, lanjut Ridho dengan menjalin kemitraan, termasuk dengan dunia pendidikan, sekaligus memperbanyak marketing untuk menarik pengunjung.
“Jalinan dengan dunia perguruan tinggi atau dunia pendidikan sangat perlu, karena ada edukasi alam dan koleksi binatang langka ada di Medan Zoo,” ungkapnya.
