REKTOR Universitas Medan Area (UMA) Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc, men­­du­kung Perguruan Pen­cak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS Betako) Mer­pati Putih.

Menurut Prof. Dadan,  beladiri tersebut merupakan budaya Indonesia yang perlu digalakkan.

“Merpati Putih berdiri sejak tahun 1950 dan tertua di Indonesia.  Saya men­du­kung se­­penuhnya olahraga be­ladiri ini,  karena bu­­daya In­­donesia,” ujar Prof Da­dan saat mem­­­berikan sambutan Latihan Gabungan PPS Betako Merpati Putih se-Sumut,  di Lapangan Bola Kampus I UMA Jalan Kolam No.1 Medan Estate,  baru-baru ini.

Hadir pada kesempatan latihan gabungan itu Wakil Rektor Bidang Kemaha­siswaan Muazzul SH MHum,  Kabag Humas UMA yang juga pembina PPS Betako Merpati Putih Kolat UMA Ir Asmah Indrawaty MP,  De­kan Fakultas Pertanian (FP) Dr. Ir. Syahbuddin Hasibuan, M.Si,  Senior PPS Betako Mer­­pati Putih Binsar Naibaho, Ketua Cabang PPS Betako Merpati Putih Deliser­dang Prio Prayetno dan pelatih PPS Betako Merpati Putih Kolat UMA Muhammad Hery.

Selain digalakkan,  tam­bah Prof. Dadan beladiri PPS Beta­ko Merpati Putih juga harus dijaga. Sebab,  ke­be­ra­da­annya banyak man­faat bagi generasi bangsa.

“Tidak hanya untuk beladiri saja,  tapi juga untuk kesehatan dan khususnya generasi muda saat ini yang cenderung ter­pengaruh ke­ arah negatif seperti narkoba,” katanya.

Rektor mengimbau untuk terus berlatih dan tidak sombong agar mampu men­jadi atlet beladiri yang ber­prestasi mengha­rum­kan nama bangsa baik di tingkat nasional maupun interna­sional.

Dekan FP yang juga Pembina PPS Merpati Pu­tih Kolat UMA Dr. Ir. Syahbuddin Hasibuan, M.Si pada kesem­patan itu mengatakan be­ladiri itu bukan sekadar membela diri.  Sebab be­lajar beladiri un­tuk kesehatan dan setelah itu prestasi.

“Kita sangat mendung Betako Merpati Putih ini.  Bagi mahasiswa yang bergabung,  nantinya kita akan mencantumkan kompe­tensinya di Surat Keterangan Pendamping (SKP) ijazah,” ujarnya.