Banyak kasus menunjukkan bagaimana rakyat kecil mudah dikriminalisasi atas kesalahan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara humanis. Misalnya, kasus pencurian karena kebutuhan ekonomi yang mendesak seringkali langsung dibawa ke ranah hukum tanpa mempertimbangkan aspek sosial.

Di sisi lain, pelaku kejahatan besar seringkali mendapatkan perlakuan yang lebih lunak. Mereka memiliki akses terhadap bantuan hukum yang kuat dan jaringan yang luas, sehingga proses hukum menjadi lebih kompleks dan sering berakhir tanpa hukuman setimpal.

Hal ini memperlihatkan ketimpangan dalam penerapan hukum. Seharusnya hukum tidak hanya melihat perbuatan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi pelaku agar keadilan yang dihasilkan lebih manusiawi.