Fakultas
Hukum (FH) Universitas Medan Area (UMA) bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), mulai 31 Januari hingga 21 Februari 2015.
PKPA itu dibuka Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA, di Convention Hall Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, Sabtu (31/1).
Turut hadir pada acara pembukaan di antaranya, Ketua DPN Peradi diwakili Harlen SinagaSH, MH, Wakil Rektor III UMA Ir Zulheri Noer MP, Dekan FH UMA diwakili Wakil Dekan (WD) I Bidang Akademik Suhatrizal SH, MH, Ketua PKPA FH UMA Ridho Mubarak SH, MH dan unsur pengurus DPC Peradi Medan.
Rektor UMA Prof HA Ya’kub Matondang dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif FH UMA yang menjalin kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan DPN Peradi dalam penyelenggaraan PKPA.
Kerja sama ini, katanya, akan menjadi nilai tambah bagi UMA khususnya fakultas hukum. “Kami berharap, PKPA bukan hanya satu angkatan, tetapi berkelanjutan agar alumni FH UMA menjadi pencetak advokat-advokat tangguh di tanah air,” kata rektor.
Rektor meminta kepada panitia dan peserta agar sungguh-sungguh melaksanakan dan mengikuti PKPA. Sebab, dalam laporan Kopertis Wilayah I Sumut, pada 2014, UMA adalah salah satu PTS sangat sehat di Sumut.
Sangat Sehat
“Status PTS sangat sehat itu, harus tercermin dari penyelenggaraan PKPA angkatan pertama ini,” tandas Prof Matondang.
Ketua DPN Peradi diwakili Harlen Sinaga mengatakan, PKPA adalah salah satu syarat bagi calon advokat untuk mengikuti ujian yang dilaksanakan Peradi.
Dalam PKPA, katanya, peserta dimantapkan pemahamannya tentang Undang-undang Keadvokatan, materi-materi standar hukum pidana, hukum perdata, tata usaha Negara dan lainnya.
“Peserta harus serius mengikuti PKPA. Karena, hanya 40 hingga 50 persen calon advokat dari seluruh Indonesia yang lulus pada ujian yang dilaksanakan Peradi. Bahkan, ada doktor (S3) yang harus sampai tiga kali mengikuti ujian calon advokat di Peradi. Ini bukan soal pintar atau tidak pintar, tapi adalah keseriusan dan harus fokus,” kata Sinaga.
